Rabu, 30 September 2009

Menyiapkan pengoperasian PC Jaringan

Sub Kompetensi : Menyiapkan pengoperasian PC Jaringan

Peralatan/Komponen pada PC meliputi unit input, unit proses, dan unit output. Supaya komputer dapat digunakan untuk mengolah data, maka harus berbentuk suatu sistem yang disebut dengan system komputer. Secara umum, sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem tersebut. Tujuan pokok dari sistem komputer adalah mengolah data untuk menghasilkan informasi sehingga perlu didukung oleh elemen-elemen yang terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan brainware. Perangkat keras adalah peralatan komputer itu sendiri, perangkat lunak adalah program yang berisi perintah-perintah untuk melakukan proses tertentu, dan brainware adalah manusia yang terlibat di dalam mengoperasikan serta mengatur sistem computer.

Media Fisik Jaringan
Ethernet Card
Pertama kali dikembangkan oleh Xerox Corp tahun 70-an dan popular pada tahun 80-an yang diterima sebagai keluarga IEEE802.3. Bekerja berdasarkan broadcast network dimana setiap node menerima kiriman data oleh node lain. Panjang data maksimum hingga 1,5 Kbyte. Memiliki alamat yang dirancang oleh pabrik sebagai identitas tiap ethernet. Kecepatan yang dimiliki sekarang telah mencapai 100 Mbps – 1 Gbps dan bersifat Plug and Play, artinya secara otomatis dapat terdeteksi oleh sistem operasi Linux dan Windows ketika dipasang di komputer. Berikut gambarnya :

Cara kerja :
Node akan mengirimkan paket data dengan melihat terlebih dahulu kesibukan network (jaringan). Jika sibuk akan menunggu sampai sepi, barulah node mengirimkan paketnya. Jika terjadi tabrakan (collision) data kedua node mengirimkan sinyal kedalam jaringan, kemudian node akan berhenti mengirimkan data, dan setelah jaringan sudah tidak sibuk maka secara acak (random) saling mencoba mengirim kembali.

Hub / Switch
Hub / Switch berfungsi sebagai konsentrator yang menghubungkan beberapa komputer dalam satu jaringan juga untuk menghubungkan beberapa segmen kabel agar dapat menjangkau jarak yang lebih luas. Hub / Switch tidak memiliki mikroprosessor.
Hub / switch bekerja dengan memperkuat sinyal.

Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
Kabel UTP umumnya menggunakan 24 AWG. Dibutuhkan konektor RJ-45 dan Crimping tool untuk memasangkan kabel ke konektornya dan tidak ada persilangan antar kaki konektor. Terdiri atas pasangan kawat Rx (Receive) dan Tx (Transmit). Karakteristiknya adalah :
 Sepasang kabel yang diplintir agar dapat mengurangi interferensi dan derau
 Hanya dapat menangani satu kanal data
 Dapat mentransfer data maksimal sampai 100 Mbps
 Polaritasnya berlawanan 180° sehingga noise akan saling meniadakan saat sampai di ujungnya.

Konektor RJ 45
Konektor RJ 45 digunakan sebagai penghubung kabel UTP dan Hub atau antar kartu jaringan dengan Hub. Sedangkan jika pada jaringan peer to peer (antar 2 komputer) dapat digunakan untuk menghubungkan antar kartu ethernet.


Sub Kompetensi : Mengoperasikan PC yang Tersambung Jaringan

1. Linux
Linux adalah nama sebuah sistem operasi (operating system) untuk PC yang bekerja secara multitasking dan multiuser. Linux bekerja secara multitasking artinya dapat menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan, misalnya anda dapat bermain game sambil melakukan download dari internet. Linux bekerja secara multiuser artinya Linux mendukung penggunaan aplikasi atau komputer untuk melayani beberapa user sekaligus, misalnya sebuah program dapat digunakan bersama-sama pada jaringan (network).
Linux sebenarnya adalah tiruan (clone) dari UNIX yang dirancang untuk dijalankan pada PC. Berbicara tentang UNIX, pada dasarnya sistem operasi ini bersifat portable (tidak tergantung pada perangkat dasar tertentu) sehingga dapat digunakan mulai dari platform notebook hingga super-computer. Demikian pula halnya dengan Linux, sistem operasi ini sudah sangat populer dan banyak diminati para profesional.
Pada awalnya, Linux dibuat oleh Linus Torvalds di Universitas Helsinski, Finlandia. Linus Torvalds membuat Linux yang diilhami oleh sistem operasi UNIX yang berjalan pada PC yang disebut Minix, yang kemudian pada akhir tahun 1991, tepatnya pada bulan November,
Linux versi 0.10 mulai dipublikasikan. Masih di tahun yang sama pada bulan Desember, Linux versi 0.11 juga dipublikasikan oleh Linus Torvalds, sekaligus melepas source code Linux secara gratis ke Internet, yang pada akhirnya dengan bantuan para programmer mulai dikembangkan menggunakan media Internet.
Keuntungan yang paling dirasakan dalam menggunakan Linux adalah sistem lisensi yang memberikan kebebasan bagi para pengguna untuk memodifikasi Linux. Selain itu yang paling menarik dari Linux adalah harga software yang relatif gratis dan mudah diperoleh.
Beberapa keuntungan menggunakan Linux antara lain,
a) Multitasking
Linux dapat menjalankan perintah secara bersamaan dan akses perangkat keras secara bersamaan.
b) Virtual Memory
Linux dapat memanfaatkan ruang pada harddisk untuk digunakan sebagai memori maya.
c) Networking
Linux menggunakan protokol TCP/IP, termasuk Network File System (NFS), Network Information Service (NIS), Session Message Block (SMB) dan lainnya.
d) X Window System
X Window System merupakan sistem grafis untuk UNIX. X Window mendukung banyak aplikasi dan merupakan standar untuk industri.
e) Shared Library
Setiap perintah pada Linux saling berbagi menggunakan fungsi dari Library, hal ini membantu untuk menghemat memori dan ruang pada harddisk.

2. Login
Langkah-langkah untuk login ke dalam PC Linux adalah sebagai berikut :
a) Setelah anda menghidupkan komputer, anda akan dihadapkan dengan tampilan login seperti berikut :



b) Ketikkan nama user anda, misal dany
c) Tekan
d) Ketikkan password anda sesuai dengan nama user anda. Misal passwordnya adalah “linuxer” (tanpa tanda petik). Perlu diperhatikan, dalam mengisi password adalah Linux bersifat case-sensitive (huruf kecil dan huruf besar berbeda).
e) Tekan
f) Setelah anda mengisikan user dan password secara benar, selanjutnya pada layar anda seperti berikut ini :



Tampilan diatas adalah tampilan desktop KDE yang ada pada Linux. Pada Linux ada beberapa macam tampilan desktop yang dikenal dengan nama XWindow sepert Gnome, Window Maker, Fwm dan lain sebagainya. Misalnya tampilan desktop Gnome seperti dibawah ini :



Untuk melihat program apa saja yang ada dalam menu KDE anda dapat men-klik tombol KDE Main Menu yang digambarkan dengan ikon topi merah , seperti pada gambar dibawah ini :




Gambar Desktop Panel
3. IP Address (Alamat IP)
IP Address adalah suatu alamat (terdiri dari deretan angka-angka 32 bit) yang diberikan kepada setiap komputer sebagai tanda pengenal untuk berkomunikasi dalam jaringan. IP Address dibagi atas beberapa kelas yang sering digunakan yaitu :
Kelas Nomor Jumlah Jaringan Jumlah host per- jaringan



Contoh penggunaan IP Address pada setiap komputer yang saling berhubungan dalam jaringan digambarkan sebagai berikut :


Gambar Pembagian IP Address
Setiap komputer hanya memiliki satu alamat IP, dan tidak boleh ada yang sama. Komputer yang satu dapat berkomunikasi dengan komputer lain dengan cara menghubungi alamat IP komputer yang dituju. Adapun langkah-langkah untuk melihat konfigurasi IP Address pada PC adalah sebagai berikut :
a. Kliklah KDE Main Menu system settingnetwork.
b. Selanjutnya akan muncul tampilan seperti ini :




Gambar Network Configuration
c. Setelah itu klik tombol edit pada panel diatas, sehingga akan muncul gambar seperti dibawah ini :


Dari tampilan diatas diperoleh keterangan bahwa alamat IP komputer tersebut adalah 192.168.1.1 dan subnet mask 255.255.255.0.
4. Mengetes koneksi jaringan
Setelah mengetahui alamat IP komputer anda selanjutnya dilakukan pengetesan apakah komputer yang anda gunakan sudah terkoneksi ke dalam suatu jaringan. Untuk mengetahuinya digunakan perintah “ping”. Perintah ping bekerja seperti anda mengirim suatu permintaan ke orang lain kemudian dibalas sesuai dengan permintaan anda (echo). Cara kerja ping tersebut dapat dilihat pada gambar berikut :
Sintaks : ping
ping 192.168.1.1













Gambar Cara kerja perintah ping
Adapun langkah-langkah untuk mengetes koneksi jaringan dengan perintah ping adalah sebagai berikut :
a. Kliklah KDE Main Menu System Tools  Terminal, sehingga muncul gambar sebagai berikut :


Gambar Terminal Session
b. Kemudian ketikkan perintah ping diikuti dengan alamat IP yang dituju pada prompt anda seperti gambar dibawah ini :




Gambar Koneksi ping yang berhasil
Jika keluarannya seperti diatas, berarti komputer anda sudah dapat berkomunikasi dengan komputer lain yang berada dalam jaringan yang sama dengan komputer anda. Untuk mengakhiri tampilan diatas tekan kombinasi tombol .
Apabila terdapat pesan error seperti gambar dibawah ini





Gambar Koneksi ping yang gagal
Maka yang harus dilakukan adalah :
(1) Periksa kabel jaringan, apakah telah terhubung dengan baik atau belum
(2) Periksa hub jaringan, apakah powernya telah dihidupkan atau belum
(3) Periksa apakah ethernet card anda rusak atau tidak, salah satunya dengan memeriksa apakah lampu indikatornya menyala pada saat kabel dipasang atau tidak



























Sub Kompetensi : Memutuskan koneksi saat proses pematian (power off) PC

1) Program komunikasi write
Sebelum melakukan pemutusan koneksi PC dalam jaringan dilakukan, terlebih dahulu dilakukan pemberitahuan kepada user lain bahwa kita akan logout (keluar) dari koneksi. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahan (error) dalam jaringan apabila ada user lain yang di saat bersamaan sedang berkomunikasi dengan kita lewat jaringan. Di dalam Linux terdapat banyak program komunikasi yang dapat digunakan untuk saling berkomunikasi dengan user lain dalam jaringan yang sama. Program tersebut dapat digunakan untuk mengirim pesan dan memberitahu user lain bahwa kita akan keluar dari jaringan, salah satu program tersebut adalah “write”. Adapun langkah-langkah menggunakannya adalah sebagai berikut :
a) Klik KDE Menu System Tools Terminal, sehingga muncul gambar seperti dibawah ini





Gambar Utilitas write
b) Ketikkan write diikuti dengan nama user, misal write asman.
Setelah anda menggunakan perintah ‘write’ maka secara otomatis dilayar user asman akan terdapat kalimat seperti yang anda ketikkan.

2) Program komunikasi wall
Jika pada perintah ‘write’ kita hanya memberitahu kepada satu orang user saja, maka pada perintah ‘wall’ kita dapat memberitahu kepada semua user yang terhubung dengan kita melalui jaringan bahwa kita akan logout (keluar). Adapun langkah-langkahnya adalah :
a) Klik KDE Menu System Tools Terminal, sehingga muncul gambar seperti dibawah ini :




Gambar Terminal
b) Setelah itu ketikkan perintah wall, diikuti dengan pesan yang akan disampaikan ke semua user, misalnya



Gambar Program wall
3) Mematikan (power off) PC
Setelah kita mengetahui bagaimana cara mengirm pesan ke user lain, selanjutnya kita akan mematikan PC sesuai dengan standar. Proses mematikan PC dengan cara ini dimaksudkan agar PC tersebut tidak mengalami kerusakan, karena terkadang beberapa user langsung mematikan PC dengan mencabut kabel powernya, padahal masih terdapat proses yang berjalan di dalam system.
Adapun langkah-langkahnya adalah :
a) Pastikan pada komputer anda tidak ada lagi aplikasi yang dijalankan.
b) Klik KDE Main Menu Log Out.
c) Setelah itu akan muncul konfirmasi log out seperti dibawah ini :




Gambar Konfirmasi
d) Kemudian pilih tombol OK.
e) Setelah keluar dari system selanjutnya pilih menu Shutdown lalu OK.



Referensi
Modul Pembelajaran, Mengoperasikan sistem operasi Jaringan Komputer berbasis GUI, Sekolah Menengah Kejuruan Bidang Keahlian Teknik Telekomunikasi, Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan Nasional, 2004
Modul Pembelajaran, Menginstal PC, Sekolah Menengah Kejuruan Bidang Keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi, Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan Nasional, 2004
Modul Pembelajaran, Instalasi Perangkat Jnaringan Lokal , Sekolah Menengah Kejuruan Bidang Keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi, Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan Nasional, 2004




MENYIAPKAN DAN MENJALANKAN SISTEM OPERASI

MENYIAPKAN DAN MENJALANKAN SISTEM OPERASI
Mengenal sistem informasi saja tidak cukup. Bagi seorang yang bergerak dalam pemrograman perlu mengetahui secara lebih mendalam tentang bagaimana instalasi, booting dan menjalankan sistem operasi, dari pada pengguna biasa.
1. Instalasi
Instalasi adalah pemasangan perangkat lunak pada system computer. Sedangkan Instalasi Sistem Operasi adalah pemasangan system operasi pada sistem computer. Sistem operasi akan dipasang terlebih dahulu dibanding perangkat lunak yang lain. Perangkat lunak yang lain baru bisa dijalankan
setelah sistem operasi terinstal dengan benar. Seperti telah dijelaskan, masing-masing sistem operasi memiliki ciri tersendiri. Demikian juga dengan proses instalasi sistem operasi. Proses
instalasi sangat bergantung pada jenis sistem operasinya. Berdasarkan tampilan anta mukanya kita dapat membagi menjadi dua, yaitu yang berbasis GUI dan berbasis CLI. Proses instalasi berbasis GUI ada pada sistem operasi Microsoft Windows (GUI penuh pada versi Vista), Apple Mac OS ver X dan yang di atasnya, beberapa versi Linux seperti, Ubuntu dan turunannya (Xubuntu, Kubuntu, Edubuntu, dan lain-lain), Mandriva dan turunannya (PC Linux OS), dan Fedora versi terbaru. Sedangkan versi CLI ada pada Linux versi Slackware, Gentoo dan lain-lain.
Proses instalasi juga dapat dibagi berdasarkan sumber instalasinya, yaitu bersumber dari media baik itu CD, DVD atau hard-disc dan yang bersumber dari network (jaringan). Proses instalasi dengan menggunakan media CD atau DVD merupakan metode yang paling umum digunakan. Pada bagian ini hanya akan dijelaskan tentang proses instalasi dengan sumber dari CD/DVD
Tahapan-tahapan dalam instalasi biasanya seperti terlihat pada Gambar di bawah ini. Tahapan-tahapan instalasi ini mungkin bervariasi antar sistem operasi. Namun secara umum tahapan dalam sistem operasi apapun tidak akan berbeda jauh.


Gambar Tahapan-tahapan instalasi.
• Cek kesiapan perangkat keras. Tahap ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua perangkat perangkat keras dan periferalnya terpasang dengan benar. Selain itu juga untuk melihat apakah spesifikasi perangkat keras komputer didukung oleh sistem operasi tersebut.
• Setting BIOS. Pada dasarnya tahapan ini adalah untuk mengkonfigurasi BIOS agar meletakkan media instalasi dalam urutan paling atas dalam prioritas booting.
• Booting dari media instalasi. Apabila setting BIOS berhasil dengan baik, maka komputer akan boot dari media instalasi. Gambar 4.17 merupakan screen-shot dari proses booting di bagian awal.


Gambar Testing media instalasi.
• Setting I/O utama. Tahapan ini bertujuan untuk mengatur agar perangkat input / output utama (mouse, keyboard dan video) dapat berjalan dengan baik ketika proses instalasi dilakukan.
• Persiapan dan penentuan lokasi instalasi. Media yang paling umum digunakan sebagai target instalasi adalah hard disk yang tertanam dikomputer. Kita perlu mempersiapkan hard disk tersebut agar siap ditulis. Persiapan ini meliputi partisi hard disk (termasuk besarnya volume untuk masing-masing partisi) dan format partisi sesuai dengan sistem file yang disyaratkan oleh sistem operasi. Untuk Microsoft Windows, dapat menggunakan sistem file NTFS atau FAT32. Untuk linux dapat digunakan sistem file ext2, ext3, ReiserFS, dan XFS. Untuk Apple Mac OS X biasanya digunakan HFS+. Gambar 4.18 menunjukkan proses penentuan lokasi instalai pada proses instalasi Fedora Core 8.



Gambar Proses penentuan target instalasi.
• Penentuan paket Sistem Operasi yang akan diinstal. Tahap ini kadang tidak diperlukan jika kita memilih instalasi secara default. Namun bila kita ingin menginstal sistem operasi agar sesuai dengan keinginan kita (custom installation) maka tahapan ini harus dilakukan. CD atau DVD instalasi, biasanya mempunyai paket-paket aplikasi yang dapat kita pilih ketika instalasi sistem operasi berjalan atau ketika proses instalasi telah selesai.
• Proses copy ke hard disk. Setelah penentuan paket aplikasi dilakukan, maka proses copy file instalasi ke hard disk dapat segera dilakukan. Gambar merupakan contoh proses copy file sistem operasi.



Gambar Proses copy file pada Fedora.
• Setting peripheral lain. Tahapan ini bertujuan untuk menginstal driver bagi peripheral (kartu VGA, kartu suara, chipset motherboard dan lain-lain) pada suatu komputer agar dapat bekerja dengan optimal.
• Penentuan user. User adalah pengguna dari sistem operasi yang telah diinstal. Data dari user yang biasanya ditanyakan adalah user name dan password. Secara umum ada dua level pengguna, yaitu administrator dan user biasa. Administrator mempunyai hak pada semua bagian dari sistem
• operasi sedangkan user biasa mempunyai hak yang ditentukan oleh administrator.

2. Booting
Booting adalah proses awal saat komputer dihidupkan. Proses awal booting dapat dijelaskan dengan menggunakan skema pada Gambar Proses awal booting dimulai dari pembacaan dan eksekusi program yang tersimpan di ROM komputer dan data setup yang tersimpan dalam CMOS. Bagian ini disebut POST (Power On Self Test) apabila berhasil, maka perangkat lunak sistem BIOS yang berisi program BIOS dari ROM dan BIOS dari adapter (misalnya dari VGA) akan dimuat ke memori utama (RAM) dan dilanjutkan dengan pembacaan program start-up yang tersimpan di dalam boot sector harddisk. Dari sini barulah sistem operasi dimuat dari hard disk.


Gambar Proses awal booting.
Pada sistem operasi seperti Microsoft Windows, kita tidak dapat melihat apa yang terjadi ketika sistem operasi dimuat (mulai dijalankan). Kita hanya disuguhi tampilan (biasanya logo) yang disebut sebagai boot-splash. Tetapi pada keluarga Linux, kita dapat memilih apakah proses jalannya sistem operasi ditampilkan atau tidak dengan mengkonfigurasi file boot-loader (biasanya menggunakan LILO atau Grub). Gambar menunjukkan proses booting pada Linux Fedora.



Gambar Proses booting pada Linux Fedora
3. Perintah berbasis teks
Bagi banyak orang bekerja dengan perintah berbasis teks (CLI) ketika berhadapan dengan sistem operasi mungkin sangat menyulitkan karena harus menghapal perintah dan mengetikkan perintah tersebut serta tampilan yang tidak menarik. Namun sesungguhnya bekerja dengan memiliki keuntungan tersendiri, antara lain:
• eksekusi perintah relative lebih cepat.
• hemat dalam penggunaan sumberdaya (terutama CPU dan memori utama).
• tidak bergantung pada perangkat keras dengan spesifikasi tinggi (terutama pada VGA dan monitor).
Pada sistem operasi Microsoft Windows dan Apple Mac OS X, mode CLI mungkin jarang digunakan, bahkan mungkin tidak pernah. Tetapi pada keluarga Linux dan Unix, mode CLI ini tetap merupakan bagian penting, terutama untuk administrasi sistem dan jaringan. Pada bagian ini kita akan membahas beberapa perintah yang sering digunakan pada mode CLI di sistem operasi Linux. Untuk
menjalankan mode CLI ini dapat digunakan console atau terminal emulator yang tersedia di Linux, seperti Konsole, xterm, aterm dan lain-lain.74



Gambar Terminal sedang menjalankan mode CLI.
Ada dua kelompok utama dalam perintah-perintah mode CLI:
• Perintah yang berhubungan dengan administrasi sistem. Perintah-perintah yang termasuk dalam kelompok ini biasanya hanya dapat dilaksanakan oleh pengguna yang mempunyai hak sebagai administrator (root). Perintahperintah yang termasuk kelompok ini biasanya tersimpan di direktori /sbin
• Perintah untuk penggunaan biasa. Perintah ini dapat diakses oleh pengguna biasa. Perintah-perintah yang termasuk kelompok ini biasanya tersimpan di direktori /bin


Gambar Perintah-perintah pada direktori /usr/bin.

Berikut ini beberapa perintah-perintah penting dalam mode CLI.
• Menampilkan isi direktori
Untuk menampilkan isi direktori dapat digunakan perintah ls diikuti dengan argument lain. Beberapa contoh penggunaan dapat dilihat pada gambar di bawah ini







Contoh penggunaan perintah ls.
• Pindah direktori
Berpindah direktori dapat dilakukan dengan perintah cd diikuti lokasi dimana kita mau berpindah. Beberapa contoh penggunaan dapat dilihat pada gambar dibawah ini



Gambar Contoh penggunaan perintah cd.

• Mencari file
Perintah find dapat digunakan untuk mencari file tertentu di lokasi yang ditentukan. Beberapa contoh penggunaan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.



Gambar Contoh penggunaan perintah find.
78
• Menampilkan isi file
Untuk menampilkan isi file dapat digunakan perintah more, less atau cat diikuti dengan nama filenya. Beberapa contoh penggunaan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.



Gambar Contoh penggunaan perintah cat dan more.
• Menyalin file dan directory
Perintah cp bertujuan untuk menyalin file atau directory. Beberapa contoh penggunaan dapat dilihat pada gambar dibawa ini.




Gambar Contoh penggunaan perintah cp.
• Memindahkan file
Untuk memindahkan file dapat digunakan perintah mv. Beberapa contoh penggunaan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.


Gambar Contoh penggunaan perintah mv untuk memindahkan file.
• Mengganti nama file
Perintah mv dapat juga digunakan untuk mengganti nama file. Beberapa contoh penggunaan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.


Gambar Contoh penggunaan perintah mv untuk mengganti nama file.
• Menghapus file dan direktori
Perintah untuk menghapus file dan directory adalah rm. Beberapa contoh penggunaan dapat dilihat pada gambar dibawah ini


Gambar Contoh penggunaan perintah rm untuk menghapus file atau direktori.
• Membuat direktori
Perintah mkdir merupakan perintah untuk membuat directory baru. Beberapa contoh penggunaan dapat dilihat pada gambar dibawah ini




Gambar Contoh penggunaan perintah mkdir.
• Memahami hak akses file dan direktori
Pada sistem operasi windows, file dan direktori tidak memiliki file proteksi yang cukup karena file dan direktori hanya mempunyai attribute yang terbatas


Gambar Attribute file / folder pada Microsoft Windows

Pada gambar diatas tampak bahwa attribute file/direktori hanya memiliki attribute Read-only dan Hiden. Apabila kotak pilihan Read-only dipilih, maka file hanya akan dapat dibaca saja dan sebaliknya. Apabila kotak pilihan Hiden dipilih maka file/direktori akan disembunyikan sehingga tidak tampak ketika dicari dengan Windows Explorer.
Pada Unix dan keluarganya, termasuk linux, masalah attribute suatu file/direktori diatur dengan sangat ketat. Hal ini untuk meningkatkan keamanan dan memberi keleluasaan pada user untuk mengelola file dan direktori sesuai kebutuhannya.
Ada 4 bagian penting dalam suatu file / direktori, yaitu attribute, user atau (owner) pemilik dari file tersebut, grup dimana user sebagai anggota dan nama file/direktori.
Pada bagian attribute, ada penanda apakah itu direktori atau file biasa (ditandai dengan huruf d untuk direktori atau tanda – untuk file biasa). Selanjutnya ada sembilan kolom (karakter) yang menunjukkan hak akses terhadap file/direktori tersebut. Tiga kolom pertama menunjukkan hak akses owner, tiga kolom berikutnya hak akses grup dan tiga kolom terakhir adalah hak akser untuk other (user lain diluar owner dan anggota grup). Huruf r menunjukkan file/direktori bisa dibaca, w menunjukkan file/direktori bisa ditulis dan x menunjukkan file/direktori bisa dieksekusi. Perhatikan Gambar berikut ini.


Gambar Attribute file / direktori pada keluarga Unix
Gambar menunjukkan hal sebagai berikut:
• Desktop dan xml adalah direktori karena mempunyai tanda d, sedangkan exports adalah file biasa karena bertanda -.
• Desktop dan xml mempunyai attribute drwxr-xr-x yang berarti owner (yaitu one) mempunyai hak untuk membaca, menulis dan mengeksekusi direktori ini. Sedangkan grup (yaitu users) mempunyai hak untuk membaca dan mengeksekusi saja. Other (user lain) juga mempunyai hak membaca dan mengeksekusi pada direktori ini.
• exports mempunyai attribute -rw-r--r—yang berarti owner (yaitu one) mempunyai hak untuk membaca dan menulis. Sedangkan grup dan other hanya mempunyai hak untuk membaca saja.
Untuk merubah attribute file/direktori dapat digunakan perintah seperti pada table berikut ini.
Tabel berikut adalah Perintah yang berhubungan dengan pengelolaan file/direktori.



• Mengontrol proses
Proses merupakan bagian yang sangat penting dalam Linux sehingga perintah-perintah yang berhubungan dengan proses menjadi penting untuk diketahui.
Untuk melihat proses yang sedang berjalan dapat digunakan perintah ps.
Perhatikan gambar berikut ini.


Gambar Eksekusi perintah ps.
Seperti terlihat pada gambar diatas, perintah ps memiliki beberapa opsi (opsi selengkapnya dapat dilihat dengan mengetikkan perintah man ps pada terminal). Pada gambar tersebut ada dua proses yang sedang dijalankan oleh user one (lihat bagian UID) yaitu bash dengan nomor proses (PID) 3605 dan ps –f dengan PID 3676.
Untuk menghentikan proses kita dapat menggunakan perintah kill diikuti nomor prosesnya (PID). Misalnya : kill 3605 untuk menghentikan proses bash.
• Mengetahui ruang kosong pada disk
Kadang-kadang kita ingin mengetahui seberapa banyak sisa disk kita yang masih ada. Untuk mengetahui hal ini dapat digunakan perintah df seperti terlihat pada Gambar dibawah ini.





Gambar Penggunaan perintah df.
Masih banyak sekali perintah yang digunakan dalam CLI di Linux. Jika kalian ingin mengetahui arti suatu perintah coba ketikkan perintah man diikuti nama perintah .



Contoh hasil eksekusi perintah man untuk melihat manual suatu perintah.


4. Bekerja dengan GUI
Secara umum bekerja dengan GUI pada sistem operasi sangat memudahkan pengguna karena pengguna hanya membutuhkan kerja mouse untuk melakukan sejumlah perintah. Mouse memiliki beberapa penggunaan, antara lain :
- klik satu kali digunakan untuk menunjuk satu file sebelum dilakukan operasi lain.
- Klik ganda (double-click) untuk mengeksekusi suatu perintah, misalnya membuka folder dan menjalankan file yang bisa dieksekusi.
- Klik kanan untuk membuka konteks menu
- Drag and drop untuk memindahkan file dari satu tempat ke tempat lain








Membuka konteks menu dengan klik kanan.




Gambar Drag and drop.

5. BEKERJA DALAM KOMPUTER JARINGAN

Bekerja dalam komputer yang terhubung ke jaringan, saat ini bukanlah sesuatu yang aneh. Hampir semua tempat yang memiliki banyak komputer, selalu menggunakan jaringan sebagai sarana berkomunikasi. Oleh karena itu pengetahuan dasar bagaimana dapat bekerja dalam komputer yang terhubung ke jaringan menjadi sangat penting.
Jaringan Komputer
Secara umum yang disebut sebagai jaringan komputer adalah beberapa komputer yang dapat saling berhubungan dan melakukan komunikasi satu sama lain dengan menggunakan perangkat jaringan seperti ethernet card, bridge, modem dan lain-lain. Antar perangkat jaringan tersebut dihubungkan melalui media, bisa wireless(microwave) maupun dengan media kabel seperti UTP, STP maupun fiber optic.
Keuntungan menggunakan jaringan komputer antara lain:
 Dapat melakukan pertukaran data atau file
 Pemakaian printer secara bersama oleh semua unit computer yang terhubung
 Komunikasi antar karyawan dalam suatu lingkungan departemen menjadi lebih efektif dengan adanya program Email dan Chatting
 Akses data antar komputer dapat dibatasi dari pengguna yang tidak diinginkan melalui pemasangan password di tiap komputer
 Bila salah satu unit komputer terhubung dengan Internet melalui modem atau LAN, maka semua atau sebagian unit komputer pada jaringan dapat juga mengakses internet dengan metode sharing connection
Macam / Jenis Jaringan Komputer
Apabila dilihat dari sisi lingkupan dan jangkauannya, jaringan dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :
a. LAN (Local Area Network). Hanya terdapat satu atau dua server serta beberapa client dan lingkupannya hanya terdapat dalam satu lokasi, ruang atau gedung.
b. WAN (Wide Area Network). Merupakan gabungan dari LAN, yang ruang lingkupnya dapat saja satu lokasi, misalnya gedung bertingkat atau dapat tersebar di beberapa lokasi di seluruh dunia. Jaringan jenis ini membutuhkan minimal satu server untuk setiap LAN, dan membutuhkan minimal dua server yang mempunyai lokasi yang berbeda untuk membentuknya.
c. Internet. Merupakan sekumpulan jaringan yang tersebar di seluruh dunia yang saling terhubung membentuk satu jaringan besar komputer. Dalam jaringan ini beberapa layanan yang sering digunakan adalah FTP, Email, Chat, Telnet, Conference, News Group dan Mailing List. Biasanya jaringan ini menggunakan protokol TCP/IP.
d. Intranet. Jenis jaringan ini merupakan gabungan dari LAN / WAN dengan Internet. Apabila dilihat dari lingkupnya, maka jaringan ini adalah jenis LAN / WAN yang memberikan layanan seperti layanan Internet kepada terminal clientnya. Perbedaan menyolok Intranet dan Internet adalah Intranet hanya melayani satu organisasi tertentu saja.


Topologi Fisik Jaringan
Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan.
 Topologi Bus
Merupakan topologi fisik yang menggunakan kabel Coaxialdengan menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
Topologi Bus memiliki karakteristik sebagai berikut :



(1) Node-node dihubungkan secara serial di sepanjang kabel, dan pada kedua ujung kabel ditutupi dengan terminator.
(2) Sangat sederhana dalam instalasi, juga sangat ekonomis dalam hal biaya.
(3) Paket-paket data saling mengirim pada satu kabel coaxial (contohnya kabel RG 58) sehingga jika node yang terhubung sangat banyak, kinerja jaringan akan turun sebab seringnya terjadi tabrakan (collision).
(4) Tidak diperlukan hub pada jaringan seperti ini, yang banyak diperlukan adalah T-Connector pada setiap ethernet card.
(5) Problem yang sering terjadi adalah jika salah satu ethernet card rusak, atau impedansi pada kabel jauh diatas atau dibawah 50 ohm (untuk kabel RG 58), maka jaringan keseluruhan dapat down, sehingga seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
Keuntungannya adalah biaya yang murah, instalasi sederhana, tidak memerlukan Hub/Switch.
Kerugiannya adalah karena sinyal 2 arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya data)sangat besar, jika terjadi putus atau longgar pada salah satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti, pengecekan kabel yang putus akan memakan waktu yang lama karena harus dilakukan satu persatu.

 Topologi Ring



Adalah topologi fisik yang tertutup sehingga informasi dan data disalurkan dalam satu arah yang membentuh lingkaran tertutup sehingga mengesankan cincin tanpa ujung.

Topologi Ring memiliki karakteristik sebagai berikut :
(1) Node-node dihubungkan secara serial di sepanjang kabel, dengan bentuk jaringan seperti lingkaran.
(2) Sangat sederhana dalam layout.
(3) Paket-paket data mengalir dalam satu arah sehingga collision dapat dihindarkan.
(4) Problem yang dihadapi sama dengan topologi bus.
Keuntungannya adalah: layout instalasi yang sederhana, Tidak memerlukan Hub/Switch, tidak terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya data).
Kerugiannya adalah: Jika terjadi putus atau longgar pada salah satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti, pengecekan kabel yang putus akan memakan waktu yang lama karena harus dilakukan satu persatu.
Catatan: Topologi ring ini tidak dibuat langsung secara fisik, melainkan pada realisasinya menggunakan sebuah consentrator (misalnya hub) dan kelihatan seperti topologi star.
 Topologi Star
Topologi Star adalah topologi setiap node akan menuju node pusat/sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan.



Topologi Star memiliki karakteristik sebagai berikut :
(1) Setiap node berkomunikasi langsung dengan consentrator, jadi traffic data mengalir dari node ke consentrator, kemudian data tersebut di broadcast ke seluruh node yang terhubung ke consentrator tersebut.
(2) Karena setiap paket data yang masuk ke consentrator kemudian di broadcast ke seluruh node yang terhubung ke consentrator, maka jika node yang terhubung sangat banyak (misalnya memakai hub yang memiliki 32 port, dan seluruh port terisi), collision akan sering terjadi sehingga kinerja jaringan menurun.
Namun hal ini tidak terjadi jika hub diganti dengan switch hub, sebab switch memiliki kemampuan untuk memilih satu jalur tujuan data, tidak di broadcast ke seluruh port.
(3) Sangat mudah dikembangkan sebab setiap node hanya terhubung secara langsung ke consentrator.
(4) Jika salah satu ethernet card rusak, atau salah satu kabel putus, maka keseluruhan jaringan masih tetap berkomunikasi, tidak terjadi down pada network keseluruhan.
(5) Tipe kabel yang digunakan biasanya kabel bertipe UTP.
Keuntungan: jenis topologi ini mudah dikembangkan, jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya node tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain.

Type Jaringan
Type Jaringan terkait erat dengan sistem operasi jaringan. Ada dua type jaringan, yaitu client-server dan type jaringan peer to peer.
a) Jaringan Client-Server
Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputerkomputer lain di dalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server.
Server di jaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.
Keunggulan
• Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain seperti sebagai workstation.
• Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat sebuah komputer yang bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.
• Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di server, yang akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan.
Kelemahan
• Biaya operasional relatif lebih mahal.
• Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server.
• Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.
b) Jaringan Peer To Peer
Bila ditinjau dari peran server di kedua tipe jaringan tersebut, maka server di jaringan tipe peer to peer diistilahkan non-dedicated server, karena server tidak berperan sebagai server murni melainkan sekaligus dapat berperan sebagai workstation.
Keunggulan
• Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti: harddisk, drive, fax/modem, printer.
• Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe jaringan client-server, salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan.
• Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server. Sehingga bila salah satu komputer/peer mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.
Kelemahan
• Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan tipe peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Di jaringan client-server, komunikasi adalah antara server dengan workstation.
• Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client-server, karena setiap komputer/peer disamping harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.
• Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur keamanan masing-masing fasilitas yang dimiliki.
• Karena data jaringan tersebar di masing-masing komputer dalam jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing-masing komputer tersebut.

























RANGKUMAN
Mengoperasikan Sistem Operasi Jaringan Komputer
Berbasis GUI

Sub Kompetensi : Menjelaskan konsep pengoperasian sistem operasi jaringan komputer berbasis GUI

Sistem Operasi adalah perangkat lunak yang bertugas mengelola penggunaan sumberdaya dalam komputer dan menyediakan antarmuka bagi pengguna untuk mengakses sumberdaya tersebut.
Fungsi-fungsi sistem operasi secara umum :
1. Antar muka pengguna
Fungsi ini merupakan fungsi yang paling mudah dikenali oleh pengguna karena melalui fungsi ini pengguna dapat berinteraksi dengan sistem operasi, perangkat keras maupun perangkat lunak yang lain. Sistem operasi pada dasarnya menunggu input atau instruksi dari pengguna dan kemudian menerjemahkan perintah-perintah tersebut dalam bahasa yang dimengerti oleh komputer. Antar muka pengguna menjadi tempat bagi pengguna untuk menuliskan atau menyampaikan perintah tersebut.
Secara garis besar ada dua model antar muka pengguna yaitu Command Line Interface (CLI) dan Graphical User Interface (GUI). CLI memberikan fasilitas bagi pengguna untuk memberikan perintah dalam bentuk teks sedangkan GUI lebih berbasis pada tampilan grafis. Dewasa ini hampir semua sistem operasi modern menyediakan model GUI sebagai antar muka pengguna.
Beberapa menyediakan GUI yang terintegrasi dengan kernel sistem operasi, misalnya pada Microsoft Windows dan Apple Mac OS versi awal. Sedangkan yang lainnya menyediakan GUI yang bersifat modular, yaitu tidak terintegrasi langsung pada kernel sistem operasinya, seperti pada Unix, Linux dan Mac OS versi X ke atas.

2. Manajemen memori
Memori utama atau lebih dikenal sebagai memori adalah sebuah array yang besar dari word atau byte, yang ukurannya mencapai ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan. Setiap word atau byte mempunyai alamat tersendiri.
Memori utama berfungsi sebagai tempat penyimpanan instruksi/data yang akses datanya digunakan oleh CPU dan perangkat Masukan/Keluaran. Memori utama termasuk tempat penyimpanan data yang yang bersifat volatile – tidak permanen -- yaitu data akan hilang kalau komputer dimatikan.
Sistem operasi bertanggung-jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan manajemen memori seperti:
o Menjaga track dari memori yang sedang digunakan dan siapa yang menggunakannya.
o Memilih program yang akan di-load ke memori.
56
3. Manajemen file
File (berkas) adalah kumpulan informasi yang berhubungan, sesuai dengan tujuan pembuat berkas tersebut. Umumnya file merepresentasikan program dan data. File dapat mempunyai struktur yang bersifat hirarkis (direktori, volume, dll.). Sistem operasi mengimplementasikan konsep abstrak
dari file dengan mengatur media penyimpanan massal, misalnya tapes dan disk.
Sistem operasi bertanggung-jawab dalam aktivitas yang berhubungan dengan manajemen file :
o Pembuatan dan penghapusan file.
o Pembuatan dan penghapusan direktori.
o Mendukung manipulasi berkas dan direktori.
o Memetakan berkas ke secondary-storage.
o Mem-back-up berkas ke media penyimpanan yang tidak permanen (non-volatile).
4. Manajemen proses
Proses adalah sebuah program yang sedang dieksekusi. Sebuah proses membutuhkan beberapa sumber daya untuk menyelesaikan tugasnya. Alokasi sumber daya tersebut dikelola oleh Sistem Operasi. Misalnya, penggunaan memori oleh CPU, file-file yang terbuka, dan penggunaan oleh perangkatperangkat input/output lain. Ketika proses tersebut berhenti dijalankan, sistem operasi akan mendapatkan kembali semua sumber daya yang bisa digunakan kembali.
Sistem operasi bertanggung-jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan manajemen proses seperti:
o Membuat dan menghapus proses pengguna dan sistem proses.
o Menunda atau melanjutkan proses.
o Menyediakan mekanisme untuk sinkronisasi proses.
o Menyediakan mekanisme untuk komunikasi proses.
o Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock.
5. Manajemen sistem masukan dan keluaran (I / O)
Sistem ini sering disebut dengan device manager. Menyediakan device driver yang umum sehingga operasi Masukan/Keluaran dapat seragam (membuka, membaca, menulis, menutup).
Contoh : pengguna menggunakan operasi yang sama untuk membaca berkas pada perangkat keras, CD-ROM dan floppy disk.
Komponen Sistem Operasi untuk sistem Masukan/Keluaran:
o Penyangga: menampung sementara data dari/ke perangkat Masukan/Keluaran.
o Spooling: melakukan penjadwalan pemakaian Masukan/Keluaran sistem supaya lebih efisien (antrian dsb.).
o Menyediakan driver: untuk dapat melakukan operasi rinci untuk perangkat keras Masukan /Keluaran tertentu.
JENIS-JENIS SISTEM OPERASI
Sistem operasi telah berkembang melalui jalan yang panjang. Dari yang paling sederhana sampai yang paling modern dewasa ini. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan terutama sehubungan dengan fungsi-fungsi yang dimilikinya. Pada bagian berikut ini akan dibahas beberapa sistem operasi yang banyak digunakan dan familiar bagi pengguna komputer.
1. DOS
DOS adalah singkatan dari Disk Operating System. DOS merujuk pada perangkat sistem operasi yang digunakan di banyak komputer yang menyediakan abstraksi dan pengelolaan perangkat penyimpan sekunder dan informasinya. Misalnya penggunaan sistem file yang mengelola file-file yang ada pada perangkat penyimpan. DOS biasanya dijalankan dari satu atau dua disc.
Hal ini karena pada masa DOS digunakan media penyimpan masih sangat terbatas kemampuannya (paling besar mungkin hanya 1,4 Megabyte). Ada banyak jenis DOS diantaranya Apple DOS, Commodore DOS, Atari DOS dan lain-lain. Jenis ini sangat bergantung dengan jenis perangkat komputernya. Jenis DOS yang paling terkenal adalah jenis DOS yang berjalan pada mesin-mesin yang compatible dengan IBM Personal Computer.
Untuk menjalankan perintah-perintah sistem operasi, DOS menggunakan perintah berbasis teks atau CLI. Setiap kali selesai mengetikkan suatu perintah, kita harus menekan tombol ENTER untuk mengeksekusi perintah tersebut.
2. UNIX
UNIX adalah sistem operasi yang mula-mula dikembangkan oleh suatu kelompok di AT & T pada laboatorium Bell. Unix banyak digunakan baik untuk server maupun workstation. Linkungan Unix dan model program client-server menunjukkan bahwa Unix lebih dikembangkan sebaga sistem operasi yang kuat di jaringan komputer dari pada sistem operasi untuk computer personal.
UNIX dirancang untuk portable, multi-tasking, dan multi-user. Konsep utama Unix antara lain banyak menggunakan file teks biasa untuk menyimpan data, menggunakan sistem file berjenjang, memperlakukan perangkat sebagai suatu file, dan menggunakan banyak program kecil yang eksekusinya pada CLI dapat digabung dengan tanda pipeline (|). Pada Gambar 5.2 di atas, tampak
beberapa perintah UNIX yang digabung dengan pipeline. Konsep yang sangat solid dan stabil membuat Unix banyak dijadikan dasar sistem operasi modern.

Gambar di atas menunjukkan bagaimana Unix merupakan dasar dari banyak sistem operasi yang ada sekarang.
Gambar Unix dan sistem operasi turunannya.
Sistem UNIX terdiri dari beberapa komponen yang biasanya dipaket bersama. Umumnya paket-paket tersebut adalah sebagai berikut:
• Kernel dengan sub komponen seperti :
o conf — file konfigurasi.
o dev — driver perangkat keras
o sys — kernel sistem operasi, manajemen memori, penjadwalan proses, sistem calls dan lain-lain.
o h — header files, mendefinisikan struktur kunci di dalam sistem.




Gambar 4.10. Manajemen memori dan penjadwalan proses pada Unix.
• Development Environment:
o cc —compiler untuk bahasa C
o as — machine-language assembler
o ld — linker, untuk menggabung file-file object
o lib — object-code libraries (diinstall di folder /lib atau /usr/lib) libc, kumpulan pustaka untuk bahasa C
o make – program untuk mengkompilasi kode program
o include — file-file header untuk pengembangan perangkat lunak dan menentukan standar interface
o Other languages — bahasa-bahasa pemrograman lain seperti Fortran-77, Free Pascal, dan lain-lain.
• Commands:
o sh —"Shell" untuk melakukan pemrograman berbasis CLI atau mengeksekusi perintah-perintah tertentu.
o Utilities — Sekumpulan perintah CLI yang berguna untuk fungsifungsi yang bermacam-macam, meliputi:
􀂃 System utilities — Program-program untuk pengelolaan sistem seperti mkfs, fsck, dan lain-lain.
􀂃 User utilities — Program-program untuk pengelolan lingkungan kerja, seperti passwd, kill, dan lain-lain.
o Document formatting — Program untuk penyiapan dokumen seperti nroff, troff, tbl, eqn, refer, dan pic. Beberapa sistem Unix modern juga memasukkan aplikasi seperti TeX dan Ghostscript.
o Graphics — Sistem Unix modern menyediakan X11 sebagai sistem standard windowing dan GUI.



3. Microsoft Windows
Micosoft Windows atau orang lebih sering menyebut Windows saja pada awalnya hanyalah add-on dari MS-DOS karena tingginya tuntutan pada sistem operasi yang berbasis GUI. Versi awal Windows berjalan di atas MS-DOS. Meski demikian Windows versi awal telah menunjukkan beberapa fungsi-fungsi yang umum dijumpai dalam sistem operasi, antara lain: memiliki tipe file executable tersendiri, memiliki driver perangkat keras sendiri, dan lain-lain.

65
Secara konsep sebenarnya Windows lebih banyak ditujukan bagi komputer personal. Pada awalnya Windows juga tidak mendukung konsep multi-tasking dan multi-user. Akomodasi terhadap jaringan atau fungsi-fungsi client-server juga tidak sekuat pada UNIX dan turunannya. Sehingga masalah yang sering muncul di sistem operasi Windows adalah masalah keamanan yang berhubungan dengan jaringan. Namun Windows memiliki kelebihan dari sisi kemudahan pemakaian. Pada versi yang terbaru (Windows Vista) konsep multiuser dan multi-tasking telah semakin matang. Selain itu tampilan GUI telah dirubah dengan banyak menggunakan efek tiga dimensi.

Gambar 4.13. Windows Vista.
4. Apple Mac OS
Seperti terlihat pada Gambar 5.10, Apple Mac OS merupakan turunan dari UNIX melalui jalur BSD (Berkeley Software Distribution). Oleh karena itu kekuatan dalam multi-tasking, multi-user, networking yang ada pada UNIX juga dimiliki oleh Mac OS. Mac OS adalah sistem operasi berbasis GUI. Apple merupakan pelopor dalam penggunaan GUI pada sistem operasi. Penggunaan icon, mouse dan beberapa komponen GUI merupakan sumbangan yang luar biasa bagi perkembangan sistem operasi berbasis GUI.
Versi awal dari Mac OS hampir secara penuh mengandalkan pada kemampuan GUI-nya dan sangat membatasi penggunaan CLI (Gambar 5.15). Meskipun sangat memudahkan namun ada beberapa kelemahan, antar lain: multi-tasking yang tidak berjalan sempurna, pengelolaan memori yang terbatas, dan konflik pada beberapa program yang ditanamkan. Memperbaiki sistem Mac OS kadang-kadang menjadi suatu pekerjaan yang sangat melelahkan.


Gambar 4.14. Mac OS versi awal.

Pada Mac OS X (versi terbaru), semua kelemahan pada versi lama telah coba dihilangkan. Multi-tasking telah berjalan dengan baik dan manajemen memori yang jauh lebih baik. Selain itu tampilan GUI-nya disebut-sebut sebagai yang terbaik di antara sistem operasi yang ada..



Gambar Mac OS X.
5. Linux
Linux sangat mirip dengan sistem-sistem UNIX, hal ini dikarenakan kompatibilitas dengan UNIX merupakan tujuan utama desain dari proyek Linux. Perkembangan Linux dimulai pada tahun 1991, ketika mahasiswa Finlandia bernama Linus Torvalds menulis Linux, sebuah kernel untuk prosesor 80386, prosesor 32-bit pertama dalam kumpulan CPU intel yang cocok untuk PC.
Dalam banyak hal, kernel Linux merupakan inti dari proyek Linux, tetapi komponen lainlah yang membentuk secara komplit sistem operasi Linux. Dimana kernel Linux terdiri dari kode-kode yang dibuat khusus untuk proyek Linux, kebanyakan perangkat lunak pendukungnya tidak eksklusif terhadap Linux, melainkan biasa dipakai dalam beberapa sistem operasi yang mirip UNIX. Contohnya, sistem operasi BSD dari Berkeley, X Window System dari MIT, dan proyek GNU dari Free Software Foundation.
Pembagian (sharing) alat-alat telah bekerja dalam dua arah. Sistem perpustakaan utama Linux awalnya dimulai oleh proyek GNU, tetapi perkembangan perpustakaannya diperbaiki melalui kerjasama dari komunitasLinux terutama pada pengalamatan, ketidak efisienan, dan bugs. Komponen lain seperti GNU C Compiler, gcc, kualitasnya sudah cukup tinggi untuk dipakai
langsung dalam Linux. Alat-alat administrasi network dibawah Linux berasal dari kode yang dikembangkan untuk 4.3BSD, tetapi BSD yang lebih baru , salah satunya FreeBSD, sebaliknya meminjam kode dari Linux, contohnya adalah perpustakaan matematika Intel floating-point-emulation. Saat ini, Linux merupakan salah satu sistem operasi yang perkembangannya paling cepat. Kehadiran sejumlah kelompok pengembang, tersebar di seluruh dunia, yang selalu memperbaiki segala fiturnya, ikut membantu kemajuan sistem operasi Linux. Bersamaan dengan itu, banyak pengembang yang sedang bekerja untuk memindahkan berbagai aplikasi ke Linux (dapat berjalan di Linux).
Masalah utama yang dihadapi Linux dahulu adalah interface yang berupa teks (text based interface). Ini membuat orang awam tidak tertarik menggunakan Linux karena harus dipelajari terlebih dahulu dengan seksama untuk dapat dimengerti cara penggunaannya (tidak user-friendly). Tetapi keadaan ini sudah mulai berubah dengan kehadiran KDE dan GNOME. Keduanya memiliki tampilan desktop yang menarik sehingga mengubah persepsi dunia tentang Linux.


Gambar Linux dengan desktop KDE.