MENYIAPKAN DAN MENJALANKAN SISTEM OPERASI
Mengenal sistem informasi saja tidak cukup. Bagi seorang yang bergerak dalam pemrograman perlu mengetahui secara lebih mendalam tentang bagaimana instalasi, booting dan menjalankan sistem operasi, dari pada pengguna biasa.
1. Instalasi
Instalasi adalah pemasangan perangkat lunak pada system computer. Sedangkan Instalasi Sistem Operasi adalah pemasangan system operasi pada sistem computer. Sistem operasi akan dipasang terlebih dahulu dibanding perangkat lunak yang lain. Perangkat lunak yang lain baru bisa dijalankan
setelah sistem operasi terinstal dengan benar. Seperti telah dijelaskan, masing-masing sistem operasi memiliki ciri tersendiri. Demikian juga dengan proses instalasi sistem operasi. Proses
instalasi sangat bergantung pada jenis sistem operasinya. Berdasarkan tampilan anta mukanya kita dapat membagi menjadi dua, yaitu yang berbasis GUI dan berbasis CLI. Proses instalasi berbasis GUI ada pada sistem operasi Microsoft Windows (GUI penuh pada versi Vista), Apple Mac OS ver X dan yang di atasnya, beberapa versi Linux seperti, Ubuntu dan turunannya (Xubuntu, Kubuntu, Edubuntu, dan lain-lain), Mandriva dan turunannya (PC Linux OS), dan Fedora versi terbaru. Sedangkan versi CLI ada pada Linux versi Slackware, Gentoo dan lain-lain.
Proses instalasi juga dapat dibagi berdasarkan sumber instalasinya, yaitu bersumber dari media baik itu CD, DVD atau hard-disc dan yang bersumber dari network (jaringan). Proses instalasi dengan menggunakan media CD atau DVD merupakan metode yang paling umum digunakan. Pada bagian ini hanya akan dijelaskan tentang proses instalasi dengan sumber dari CD/DVD
Tahapan-tahapan dalam instalasi biasanya seperti terlihat pada Gambar di bawah ini. Tahapan-tahapan instalasi ini mungkin bervariasi antar sistem operasi. Namun secara umum tahapan dalam sistem operasi apapun tidak akan berbeda jauh.
Gambar Tahapan-tahapan instalasi.
• Cek kesiapan perangkat keras. Tahap ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua perangkat perangkat keras dan periferalnya terpasang dengan benar. Selain itu juga untuk melihat apakah spesifikasi perangkat keras komputer didukung oleh sistem operasi tersebut.
• Setting BIOS. Pada dasarnya tahapan ini adalah untuk mengkonfigurasi BIOS agar meletakkan media instalasi dalam urutan paling atas dalam prioritas booting.
• Booting dari media instalasi. Apabila setting BIOS berhasil dengan baik, maka komputer akan boot dari media instalasi. Gambar 4.17 merupakan screen-shot dari proses booting di bagian awal.
Gambar Testing media instalasi.
• Setting I/O utama. Tahapan ini bertujuan untuk mengatur agar perangkat input / output utama (mouse, keyboard dan video) dapat berjalan dengan baik ketika proses instalasi dilakukan.
• Persiapan dan penentuan lokasi instalasi. Media yang paling umum digunakan sebagai target instalasi adalah hard disk yang tertanam dikomputer. Kita perlu mempersiapkan hard disk tersebut agar siap ditulis. Persiapan ini meliputi partisi hard disk (termasuk besarnya volume untuk masing-masing partisi) dan format partisi sesuai dengan sistem file yang disyaratkan oleh sistem operasi. Untuk Microsoft Windows, dapat menggunakan sistem file NTFS atau FAT32. Untuk linux dapat digunakan sistem file ext2, ext3, ReiserFS, dan XFS. Untuk Apple Mac OS X biasanya digunakan HFS+. Gambar 4.18 menunjukkan proses penentuan lokasi instalai pada proses instalasi Fedora Core 8.
Gambar Proses penentuan target instalasi.
• Penentuan paket Sistem Operasi yang akan diinstal. Tahap ini kadang tidak diperlukan jika kita memilih instalasi secara default. Namun bila kita ingin menginstal sistem operasi agar sesuai dengan keinginan kita (custom installation) maka tahapan ini harus dilakukan. CD atau DVD instalasi, biasanya mempunyai paket-paket aplikasi yang dapat kita pilih ketika instalasi sistem operasi berjalan atau ketika proses instalasi telah selesai.
• Proses copy ke hard disk. Setelah penentuan paket aplikasi dilakukan, maka proses copy file instalasi ke hard disk dapat segera dilakukan. Gambar merupakan contoh proses copy file sistem operasi.
Gambar Proses copy file pada Fedora.
• Setting peripheral lain. Tahapan ini bertujuan untuk menginstal driver bagi peripheral (kartu VGA, kartu suara, chipset motherboard dan lain-lain) pada suatu komputer agar dapat bekerja dengan optimal.
• Penentuan user. User adalah pengguna dari sistem operasi yang telah diinstal. Data dari user yang biasanya ditanyakan adalah user name dan password. Secara umum ada dua level pengguna, yaitu administrator dan user biasa. Administrator mempunyai hak pada semua bagian dari sistem
• operasi sedangkan user biasa mempunyai hak yang ditentukan oleh administrator.
2. Booting
Booting adalah proses awal saat komputer dihidupkan. Proses awal booting dapat dijelaskan dengan menggunakan skema pada Gambar Proses awal booting dimulai dari pembacaan dan eksekusi program yang tersimpan di ROM komputer dan data setup yang tersimpan dalam CMOS. Bagian ini disebut POST (Power On Self Test) apabila berhasil, maka perangkat lunak sistem BIOS yang berisi program BIOS dari ROM dan BIOS dari adapter (misalnya dari VGA) akan dimuat ke memori utama (RAM) dan dilanjutkan dengan pembacaan program start-up yang tersimpan di dalam boot sector harddisk. Dari sini barulah sistem operasi dimuat dari hard disk.
Gambar Proses awal booting.
Pada sistem operasi seperti Microsoft Windows, kita tidak dapat melihat apa yang terjadi ketika sistem operasi dimuat (mulai dijalankan). Kita hanya disuguhi tampilan (biasanya logo) yang disebut sebagai boot-splash. Tetapi pada keluarga Linux, kita dapat memilih apakah proses jalannya sistem operasi ditampilkan atau tidak dengan mengkonfigurasi file boot-loader (biasanya menggunakan LILO atau Grub). Gambar menunjukkan proses booting pada Linux Fedora.
Gambar Proses booting pada Linux Fedora
3. Perintah berbasis teks
Bagi banyak orang bekerja dengan perintah berbasis teks (CLI) ketika berhadapan dengan sistem operasi mungkin sangat menyulitkan karena harus menghapal perintah dan mengetikkan perintah tersebut serta tampilan yang tidak menarik. Namun sesungguhnya bekerja dengan memiliki keuntungan tersendiri, antara lain:
• eksekusi perintah relative lebih cepat.
• hemat dalam penggunaan sumberdaya (terutama CPU dan memori utama).
• tidak bergantung pada perangkat keras dengan spesifikasi tinggi (terutama pada VGA dan monitor).
Pada sistem operasi Microsoft Windows dan Apple Mac OS X, mode CLI mungkin jarang digunakan, bahkan mungkin tidak pernah. Tetapi pada keluarga Linux dan Unix, mode CLI ini tetap merupakan bagian penting, terutama untuk administrasi sistem dan jaringan. Pada bagian ini kita akan membahas beberapa perintah yang sering digunakan pada mode CLI di sistem operasi Linux. Untuk
menjalankan mode CLI ini dapat digunakan console atau terminal emulator yang tersedia di Linux, seperti Konsole, xterm, aterm dan lain-lain.74
Gambar Terminal sedang menjalankan mode CLI.
Ada dua kelompok utama dalam perintah-perintah mode CLI:
• Perintah yang berhubungan dengan administrasi sistem. Perintah-perintah yang termasuk dalam kelompok ini biasanya hanya dapat dilaksanakan oleh pengguna yang mempunyai hak sebagai administrator (root). Perintahperintah yang termasuk kelompok ini biasanya tersimpan di direktori /sbin
• Perintah untuk penggunaan biasa. Perintah ini dapat diakses oleh pengguna biasa. Perintah-perintah yang termasuk kelompok ini biasanya tersimpan di direktori /bin
Gambar Perintah-perintah pada direktori /usr/bin.
Berikut ini beberapa perintah-perintah penting dalam mode CLI.
• Menampilkan isi direktori
Untuk menampilkan isi direktori dapat digunakan perintah ls diikuti dengan argument lain. Beberapa contoh penggunaan dapat dilihat pada gambar di bawah ini
Contoh penggunaan perintah ls.
• Pindah direktori
Berpindah direktori dapat dilakukan dengan perintah cd diikuti lokasi dimana kita mau berpindah. Beberapa contoh penggunaan dapat dilihat pada gambar dibawah ini
Gambar Contoh penggunaan perintah cd.
• Mencari file
Perintah find dapat digunakan untuk mencari file tertentu di lokasi yang ditentukan. Beberapa contoh penggunaan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar Contoh penggunaan perintah find.
78
• Menampilkan isi file
Untuk menampilkan isi file dapat digunakan perintah more, less atau cat diikuti dengan nama filenya. Beberapa contoh penggunaan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar Contoh penggunaan perintah cat dan more.
• Menyalin file dan directory
Perintah cp bertujuan untuk menyalin file atau directory. Beberapa contoh penggunaan dapat dilihat pada gambar dibawa ini.
Gambar Contoh penggunaan perintah cp.
• Memindahkan file
Untuk memindahkan file dapat digunakan perintah mv. Beberapa contoh penggunaan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar Contoh penggunaan perintah mv untuk memindahkan file.
• Mengganti nama file
Perintah mv dapat juga digunakan untuk mengganti nama file. Beberapa contoh penggunaan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar Contoh penggunaan perintah mv untuk mengganti nama file.
• Menghapus file dan direktori
Perintah untuk menghapus file dan directory adalah rm. Beberapa contoh penggunaan dapat dilihat pada gambar dibawah ini
Gambar Contoh penggunaan perintah rm untuk menghapus file atau direktori.
• Membuat direktori
Perintah mkdir merupakan perintah untuk membuat directory baru. Beberapa contoh penggunaan dapat dilihat pada gambar dibawah ini
Gambar Contoh penggunaan perintah mkdir.
• Memahami hak akses file dan direktori
Pada sistem operasi windows, file dan direktori tidak memiliki file proteksi yang cukup karena file dan direktori hanya mempunyai attribute yang terbatas
Gambar Attribute file / folder pada Microsoft Windows
Pada gambar diatas tampak bahwa attribute file/direktori hanya memiliki attribute Read-only dan Hiden. Apabila kotak pilihan Read-only dipilih, maka file hanya akan dapat dibaca saja dan sebaliknya. Apabila kotak pilihan Hiden dipilih maka file/direktori akan disembunyikan sehingga tidak tampak ketika dicari dengan Windows Explorer.
Pada Unix dan keluarganya, termasuk linux, masalah attribute suatu file/direktori diatur dengan sangat ketat. Hal ini untuk meningkatkan keamanan dan memberi keleluasaan pada user untuk mengelola file dan direktori sesuai kebutuhannya.
Ada 4 bagian penting dalam suatu file / direktori, yaitu attribute, user atau (owner) pemilik dari file tersebut, grup dimana user sebagai anggota dan nama file/direktori.
Pada bagian attribute, ada penanda apakah itu direktori atau file biasa (ditandai dengan huruf d untuk direktori atau tanda – untuk file biasa). Selanjutnya ada sembilan kolom (karakter) yang menunjukkan hak akses terhadap file/direktori tersebut. Tiga kolom pertama menunjukkan hak akses owner, tiga kolom berikutnya hak akses grup dan tiga kolom terakhir adalah hak akser untuk other (user lain diluar owner dan anggota grup). Huruf r menunjukkan file/direktori bisa dibaca, w menunjukkan file/direktori bisa ditulis dan x menunjukkan file/direktori bisa dieksekusi. Perhatikan Gambar berikut ini.
Gambar Attribute file / direktori pada keluarga Unix
Gambar menunjukkan hal sebagai berikut:
• Desktop dan xml adalah direktori karena mempunyai tanda d, sedangkan exports adalah file biasa karena bertanda -.
• Desktop dan xml mempunyai attribute drwxr-xr-x yang berarti owner (yaitu one) mempunyai hak untuk membaca, menulis dan mengeksekusi direktori ini. Sedangkan grup (yaitu users) mempunyai hak untuk membaca dan mengeksekusi saja. Other (user lain) juga mempunyai hak membaca dan mengeksekusi pada direktori ini.
• exports mempunyai attribute -rw-r--r—yang berarti owner (yaitu one) mempunyai hak untuk membaca dan menulis. Sedangkan grup dan other hanya mempunyai hak untuk membaca saja.
Untuk merubah attribute file/direktori dapat digunakan perintah seperti pada table berikut ini.
Tabel berikut adalah Perintah yang berhubungan dengan pengelolaan file/direktori.
• Mengontrol proses
Proses merupakan bagian yang sangat penting dalam Linux sehingga perintah-perintah yang berhubungan dengan proses menjadi penting untuk diketahui.
Untuk melihat proses yang sedang berjalan dapat digunakan perintah ps.
Perhatikan gambar berikut ini.
Gambar Eksekusi perintah ps.
Seperti terlihat pada gambar diatas, perintah ps memiliki beberapa opsi (opsi selengkapnya dapat dilihat dengan mengetikkan perintah man ps pada terminal). Pada gambar tersebut ada dua proses yang sedang dijalankan oleh user one (lihat bagian UID) yaitu bash dengan nomor proses (PID) 3605 dan ps –f dengan PID 3676.
Untuk menghentikan proses kita dapat menggunakan perintah kill diikuti nomor prosesnya (PID). Misalnya : kill 3605 untuk menghentikan proses bash.
• Mengetahui ruang kosong pada disk
Kadang-kadang kita ingin mengetahui seberapa banyak sisa disk kita yang masih ada. Untuk mengetahui hal ini dapat digunakan perintah df seperti terlihat pada Gambar dibawah ini.
Gambar Penggunaan perintah df.
Masih banyak sekali perintah yang digunakan dalam CLI di Linux. Jika kalian ingin mengetahui arti suatu perintah coba ketikkan perintah man diikuti nama perintah .
Contoh hasil eksekusi perintah man untuk melihat manual suatu perintah.
4. Bekerja dengan GUI
Secara umum bekerja dengan GUI pada sistem operasi sangat memudahkan pengguna karena pengguna hanya membutuhkan kerja mouse untuk melakukan sejumlah perintah. Mouse memiliki beberapa penggunaan, antara lain :
- klik satu kali digunakan untuk menunjuk satu file sebelum dilakukan operasi lain.
- Klik ganda (double-click) untuk mengeksekusi suatu perintah, misalnya membuka folder dan menjalankan file yang bisa dieksekusi.
- Klik kanan untuk membuka konteks menu
- Drag and drop untuk memindahkan file dari satu tempat ke tempat lain
Membuka konteks menu dengan klik kanan.
Gambar Drag and drop.
5. BEKERJA DALAM KOMPUTER JARINGAN
Bekerja dalam komputer yang terhubung ke jaringan, saat ini bukanlah sesuatu yang aneh. Hampir semua tempat yang memiliki banyak komputer, selalu menggunakan jaringan sebagai sarana berkomunikasi. Oleh karena itu pengetahuan dasar bagaimana dapat bekerja dalam komputer yang terhubung ke jaringan menjadi sangat penting.
Jaringan Komputer
Secara umum yang disebut sebagai jaringan komputer adalah beberapa komputer yang dapat saling berhubungan dan melakukan komunikasi satu sama lain dengan menggunakan perangkat jaringan seperti ethernet card, bridge, modem dan lain-lain. Antar perangkat jaringan tersebut dihubungkan melalui media, bisa wireless(microwave) maupun dengan media kabel seperti UTP, STP maupun fiber optic.
Keuntungan menggunakan jaringan komputer antara lain:
Dapat melakukan pertukaran data atau file
Pemakaian printer secara bersama oleh semua unit computer yang terhubung
Komunikasi antar karyawan dalam suatu lingkungan departemen menjadi lebih efektif dengan adanya program Email dan Chatting
Akses data antar komputer dapat dibatasi dari pengguna yang tidak diinginkan melalui pemasangan password di tiap komputer
Bila salah satu unit komputer terhubung dengan Internet melalui modem atau LAN, maka semua atau sebagian unit komputer pada jaringan dapat juga mengakses internet dengan metode sharing connection
Macam / Jenis Jaringan Komputer
Apabila dilihat dari sisi lingkupan dan jangkauannya, jaringan dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :
a. LAN (Local Area Network). Hanya terdapat satu atau dua server serta beberapa client dan lingkupannya hanya terdapat dalam satu lokasi, ruang atau gedung.
b. WAN (Wide Area Network). Merupakan gabungan dari LAN, yang ruang lingkupnya dapat saja satu lokasi, misalnya gedung bertingkat atau dapat tersebar di beberapa lokasi di seluruh dunia. Jaringan jenis ini membutuhkan minimal satu server untuk setiap LAN, dan membutuhkan minimal dua server yang mempunyai lokasi yang berbeda untuk membentuknya.
c. Internet. Merupakan sekumpulan jaringan yang tersebar di seluruh dunia yang saling terhubung membentuk satu jaringan besar komputer. Dalam jaringan ini beberapa layanan yang sering digunakan adalah FTP, Email, Chat, Telnet, Conference, News Group dan Mailing List. Biasanya jaringan ini menggunakan protokol TCP/IP.
d. Intranet. Jenis jaringan ini merupakan gabungan dari LAN / WAN dengan Internet. Apabila dilihat dari lingkupnya, maka jaringan ini adalah jenis LAN / WAN yang memberikan layanan seperti layanan Internet kepada terminal clientnya. Perbedaan menyolok Intranet dan Internet adalah Intranet hanya melayani satu organisasi tertentu saja.
Topologi Fisik Jaringan
Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan.
Topologi Bus
Merupakan topologi fisik yang menggunakan kabel Coaxialdengan menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
Topologi Bus memiliki karakteristik sebagai berikut :
(1) Node-node dihubungkan secara serial di sepanjang kabel, dan pada kedua ujung kabel ditutupi dengan terminator.
(2) Sangat sederhana dalam instalasi, juga sangat ekonomis dalam hal biaya.
(3) Paket-paket data saling mengirim pada satu kabel coaxial (contohnya kabel RG 58) sehingga jika node yang terhubung sangat banyak, kinerja jaringan akan turun sebab seringnya terjadi tabrakan (collision).
(4) Tidak diperlukan hub pada jaringan seperti ini, yang banyak diperlukan adalah T-Connector pada setiap ethernet card.
(5) Problem yang sering terjadi adalah jika salah satu ethernet card rusak, atau impedansi pada kabel jauh diatas atau dibawah 50 ohm (untuk kabel RG 58), maka jaringan keseluruhan dapat down, sehingga seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
Keuntungannya adalah biaya yang murah, instalasi sederhana, tidak memerlukan Hub/Switch.
Kerugiannya adalah karena sinyal 2 arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya data)sangat besar, jika terjadi putus atau longgar pada salah satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti, pengecekan kabel yang putus akan memakan waktu yang lama karena harus dilakukan satu persatu.
Topologi Ring
Adalah topologi fisik yang tertutup sehingga informasi dan data disalurkan dalam satu arah yang membentuh lingkaran tertutup sehingga mengesankan cincin tanpa ujung.
Topologi Ring memiliki karakteristik sebagai berikut :
(1) Node-node dihubungkan secara serial di sepanjang kabel, dengan bentuk jaringan seperti lingkaran.
(2) Sangat sederhana dalam layout.
(3) Paket-paket data mengalir dalam satu arah sehingga collision dapat dihindarkan.
(4) Problem yang dihadapi sama dengan topologi bus.
Keuntungannya adalah: layout instalasi yang sederhana, Tidak memerlukan Hub/Switch, tidak terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya data).
Kerugiannya adalah: Jika terjadi putus atau longgar pada salah satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti, pengecekan kabel yang putus akan memakan waktu yang lama karena harus dilakukan satu persatu.
Catatan: Topologi ring ini tidak dibuat langsung secara fisik, melainkan pada realisasinya menggunakan sebuah consentrator (misalnya hub) dan kelihatan seperti topologi star.
Topologi Star
Topologi Star adalah topologi setiap node akan menuju node pusat/sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan.
Topologi Star memiliki karakteristik sebagai berikut :
(1) Setiap node berkomunikasi langsung dengan consentrator, jadi traffic data mengalir dari node ke consentrator, kemudian data tersebut di broadcast ke seluruh node yang terhubung ke consentrator tersebut.
(2) Karena setiap paket data yang masuk ke consentrator kemudian di broadcast ke seluruh node yang terhubung ke consentrator, maka jika node yang terhubung sangat banyak (misalnya memakai hub yang memiliki 32 port, dan seluruh port terisi), collision akan sering terjadi sehingga kinerja jaringan menurun.
Namun hal ini tidak terjadi jika hub diganti dengan switch hub, sebab switch memiliki kemampuan untuk memilih satu jalur tujuan data, tidak di broadcast ke seluruh port.
(3) Sangat mudah dikembangkan sebab setiap node hanya terhubung secara langsung ke consentrator.
(4) Jika salah satu ethernet card rusak, atau salah satu kabel putus, maka keseluruhan jaringan masih tetap berkomunikasi, tidak terjadi down pada network keseluruhan.
(5) Tipe kabel yang digunakan biasanya kabel bertipe UTP.
Keuntungan: jenis topologi ini mudah dikembangkan, jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya node tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain.
Type Jaringan
Type Jaringan terkait erat dengan sistem operasi jaringan. Ada dua type jaringan, yaitu client-server dan type jaringan peer to peer.
a) Jaringan Client-Server
Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputerkomputer lain di dalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server.
Server di jaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.
Keunggulan
• Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain seperti sebagai workstation.
• Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat sebuah komputer yang bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.
• Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di server, yang akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan.
Kelemahan
• Biaya operasional relatif lebih mahal.
• Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server.
• Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.
b) Jaringan Peer To Peer
Bila ditinjau dari peran server di kedua tipe jaringan tersebut, maka server di jaringan tipe peer to peer diistilahkan non-dedicated server, karena server tidak berperan sebagai server murni melainkan sekaligus dapat berperan sebagai workstation.
Keunggulan
• Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti: harddisk, drive, fax/modem, printer.
• Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe jaringan client-server, salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan.
• Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server. Sehingga bila salah satu komputer/peer mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.
Kelemahan
• Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan tipe peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Di jaringan client-server, komunikasi adalah antara server dengan workstation.
• Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client-server, karena setiap komputer/peer disamping harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.
• Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur keamanan masing-masing fasilitas yang dimiliki.
• Karena data jaringan tersebar di masing-masing komputer dalam jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing-masing komputer tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar